Selasa, 07 Juni 2011

surat untuk wakilku "Ranting rapuh tak tersentuh"

wahai kamu yang membaca pesan ini.!!!
ya engkau yang tak pernah sadar dan tak pernah mau tahu,

perhatikan dibawah kolom meja kerjamu, coba perhatikan dengan seksama..!! lihat si akmal kecil yang bersembunyi...
dia takut berjalan sendiri di atas trotoar berduri..

simaklah lagu klasik yang kadang menidurkanmu, coba engkau dengar..!! diselah melodi itu terdengar merdu tangis si atun kecil dengan suara fals gitar kecilnya bernyanyi ditengah ramai kuda- kuda besi di depan kantormu..

lihatlah istana  megahmu, coba lirik disekitarmu..!! di dekat kandang anjingmu si fuad kecil berbaring lusuh berbantal kotak semirnya yang tak kalah lusuh,,tak pernah menang melawan waktu...

cium harum parfummu yang merek luar negeri,,,terlintas bau busuk si galang yang mengais sisa hidup untuk hidup dan tercium busuk mulutnya yang hampir tiap hari puasa walau tak dapat pahala...!!!

duduklah diatas singgasanamu..!! rasakan empuknya kursi mahalmu,,lalu lebih kau resapi lagi,,di bawah pantatmu terdapat ribuan nasib ranting - ranting bangsa yang kelak akan memegang negara tercintamu terhimpit tak bisa berteriak...
 
lalu dimana kata-kata anggun yang dulu terhambur dari panggung yang mengatas namakan kepentingan bangsa???
lalu dimana mereka yang dulu berkata peduli dengan negara dan bangsa???
apakah mereka terlalu sibuk berdiskusi tentang korupsi atau malah sekedar ingin masuk televisi??

tak perlu engkau jawab...!!! ini cuma bentuk harapan yang tak akan pernah jadi kenyataan...

mohon perhatikan mereka yang tak pernah dapat perhatian, dan ayomilah mereka yang tak pernah terayomi karena suatu saat mereka yang akan mengayomi mayatmu saat engkau wafat dan mereka yang akan membangun negerimu saat engkau telah tidak kuat...!!!

mohon jangan berjanji, kuping saya terlalu kecil untuk mendengar alasan yang hampir tak pernah masuk akal...!!!



terima kasih atas perhatiannya

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Back To Top